Kamis, 4 Juni 2015 sekitar pukul 03.00 wib kemarin telah terjadi kejadian yang sangat mencengangkan. Pencuri burung di daerah Pedurungan Semarang tewas terseret motor dikarenakan Suwito (pencuri burung) telah melakukan aksi pencurian burung di rumah seorang warga sekitar. Dikarenakan panik karena sang pemilik sudah mengetahui aksi jahatnya tersebut, Suwito bergegas menaiki sepeda motor bersama temannya yang menyetir. Yang membuat ia nekat melakukan aksinya tersebut dikarenakan Suwito sehari-hari bekerja sebagai penarik becak yang penghasilannya tak cukup menghidupi keluarga.
Jumat, 05 Juni 2015
Kamis, 04 Juni 2015
Paragon Food Festival Culinary 2015
Dengan beragam dan keunikan kuliner khas Kota Semarang, Paragon mall bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia untuk mengadakan acara festival kuliner yang bertemakan mengenai jajanan-jajanan serta makanan khas Kota Semarang, contohnya adalah beberapa makanan tradisional seperti
Wedang Tahu Semawis, Bakcang 66 Suburan, Toko Oen, Corner Cha Cha, Mbah Jingkrak, Tahu Aci, Mie Ayam & Jeruk Peres, Warung Juragan Wedhok, dan Si Hot Siomay Hot Plate.
Acara ini juga sebagai rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Semarang yang ke 468.
Wedang Tahu Semawis, Bakcang 66 Suburan, Toko Oen, Corner Cha Cha, Mbah Jingkrak, Tahu Aci, Mie Ayam & Jeruk Peres, Warung Juragan Wedhok, dan Si Hot Siomay Hot Plate.
Acara ini juga sebagai rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Semarang yang ke 468.
"Secret Temptation" Semarang Fashion Festival 2015
Mulai tanggal 13 - 17 Mei 2015 lalu Paragon
mall bersama dengan penggiat industri kreatif di Kota Semarang menyelenggarakan
Semarang Fashion Festival 2015 di Atrium Ground Floor di Paragon Mall Semarang. Acara ini cukup membuat masyarakat berantusias untuk mengikuti dan meramaikan acara tersebut pada saat itu. Salah satu alasannya adalah dengan semarak dan besarnya pagelaran Fashin Show terbesar di Kota Semarang ini yang juga sebagai penyambutan kelahiran Kota Semarang yang ke 468. Tema yang diambil dalam pagelaran acara ini adalah Secret Temptation sebagai perwujudan bahwa selalu ada rahasia keindahan yang menggoda di balik
setiap kreasi busana seorang desainer. Semarang Fashion Festival 2015 menjadi
ajang bagi para desainer nasional untuk menunjukkan karya karyanya di hadapan
pecinta fashion di Kota Semarang. Desainer – desainer muda juga diberi
kesempatan untuk berkreasi dan memamerkan hasil rancangannya.
"Sepoorheroes" di KAA Ambarawa
Festival serta berbagai macam pameran dan lain-lain selalu dilakukan dalam menyambut berbagai macam acara, seperti ulangtahun dan lainnya. Tak terkecuali dengan Museum KAA di Ambarawa yang turut mengadakan acara berupa penggelaran yang bertema tentang Sepoorheroes dalam memperingati Hari Museum Nasional yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2015 lalu.
Kata Sepoorheroe dianalogikan bahwa dengan
semangat muda akan “menyelamatkan” nilai-nilai sejarah terutama sejarah
perkeretaapian. Kata “sepoor” digunakan terkait dengan penggunaan bahasa dalam
menyebut kereta api. Rangkaian sepur yang panjang dan erat, dirasa selaras
dengan maksud Sepoorheroes yang akan menjadi perekat khalayak untuk dapat
berkumpul. Dengan tiket seharga Rp 10.000,00 anda sudah bisa memasuki menikmati pagelaran acara tersebut. Acara ini dimulai pukul 09.00-16.00 wib.
![]() |
| Museum Kereta Api Ambarawa |
Festival Lampion Sambut Ulang Tahun Kota Semarang
Dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kota Semarang yang jatuh pada tanggal 2 Juni 2015 lalu, Kota Semarang rutin mengadakan acara Festival Pelepasan Lampion yang kali ini diadakan di daerah Banjir Kanal Barat Semarang. Acara tersebut cukup menarik perhatian masyarakat, yang tentunya sangat antusias untuk melihat dan ikutserta acara tersebut. Penempatan lokasi acara tersebut sangat strategis dan tepat dikarenakan tempat nya yang cukup luas sehingga memungkinkan banyak wisatawan serta warga sekitar yang turut serta mengikuti acara tersebut. Tak jarang pula banyak wisatawan asing yang turut memeriahkan serta meramaikan acara Ulang Tahun Kota Semarang tahun ini.
Rabu, 27 Mei 2015
Waspada Beras Plastik!!!
Akhir-akhir ini Indonesia diramaikan dengan berbagai pemberitaan mengenai munculnya peredaran beras sintetis berbahan plastik. Apalagi jika beras sintetis tersebut dicampurkan dengan beras asli maka secara kasat mata akan sulit untuk dibedakan. beras sintetis akan memiliki tampilan yang sangat jernih tanpa adanya kotoran, sedangkan
untuk beras yang asli biasanya akan terdapat warna putih ditengah-tengah
beras. lalu saat pada tahap pencucian, beras plastik biasanya akan terlihat mengapung diatas air cucian, sedangkan beras asli akan tenggelam di dalam air. hal ini dikarenakan beras sintetis terbuat dari plastik yang cukup ringan sehingga mengapung di atas air.
nah, pada tahap pemasakan, beras berbahan sintetis akan terlihat menggumpal kental serta berwarna putih, lembek dan kenyal saat dipegang. Dan jika dimakan maka beras sintetis tersebut terasa pahit dan tidak enak.
dengan berkembangnya berita beras palsu tersebut, saya juga mengunjungi salah satu pasar di daerah Ungaran, yang juga untuk meneliti berbagai macam beras yang diperjual belikan tersebut, sampai detik ini saya merasa masih aman-aman saja dan tak terdapat sama sekali kriteria beras palsu yang sedang marak diperbincangkan ini.
nah, pada tahap pemasakan, beras berbahan sintetis akan terlihat menggumpal kental serta berwarna putih, lembek dan kenyal saat dipegang. Dan jika dimakan maka beras sintetis tersebut terasa pahit dan tidak enak.
dengan berkembangnya berita beras palsu tersebut, saya juga mengunjungi salah satu pasar di daerah Ungaran, yang juga untuk meneliti berbagai macam beras yang diperjual belikan tersebut, sampai detik ini saya merasa masih aman-aman saja dan tak terdapat sama sekali kriteria beras palsu yang sedang marak diperbincangkan ini.
Minggu, 10 Mei 2015
Semarang Night Carnival 2015
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Semarang yang ke 468, adalah dengan mengadakan kegiatan acara Semarang Night Carnival, yang dilangsungkan pada tanggal 3 Mei 2015 lalu. Acara tersebut merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya, uniknya disini adalah peserta yang mengikuti acara tersebut adalah sebanyak 468 peserta, yang juga bertepatan dengan angka kelahiran Kota Semarang. Berbagai macam kostum unik yang dikenakan oleh berbagai peserta turut memeriahkan acara tersebut, tak sedikit pula warga yang menonton juga turut memenuhi sepanjang Jalan Pemuda. Selain banyak peserta yang memeriahkan acara ini, ada pula penampilan 350 personel marching
band Akpol dan juga 100 personel marching band Yon Arhanudse. Sepanjang
performance dari titik nol km hingga balaikota, peserta karnaval diiring-iringi dengan theme song Semarang dan alunan musik etnis dengan
berbagai pencahayaan yang indah.
Langganan:
Postingan (Atom)


