Minggu, 14 Juni 2015
Gombel Macet
Saat ini jalan raya di Semarang sudah mulai bertambah macet dan padat. Salah satunya adalah di jalan Jatingaleh menuju Gombel. Setiap minggunya jalan ini akan menjadi sangat padat dikarenakan jalan menuju tol Jatingaleh serta jalan persimpangan menuju Gombel dilakukan buka tutup yang bertujuan agar lancarnya jalan. Tetapi hal tersebut rupanya sama sekali tidak berlaku, dikarenakan hal tersebut malah akan membuat jalan semakin padat hingga menimbulkan kemacetan yang sangat parah. Polisi menghimbau agar para pengendara tetap berkendara dengan tertib dan sesuai aturan.
Pagelaran Seni Wayang Kulit di Sobokartti
Sobokartti merupakan salah satu tempat dimana kesenian tradisional digelar, serta salah satu tempat yang mulai berkembang sejak 5 tahun lalu ini mengadakan acara pagelaran seni tradisional Malam Kesenian Setu Pahing pada 29 Mei 2015. Acara ini terbuka untuk umum, tak jarang pula anak-anak serta remaja yang sangat mengagumi pagelaran tersebut. Salah satu pagelaran seni yang menarik untuk dilihat adalah pagelaran wayang kulit dengan lakon Gatotkaca yang cerita serta sejarahnya sudah dikenal sejak kita duduk di bangku sekolah dasar. Pagelaran wayang kulit ini akan diisi oleh Ki Sugimo.
Semarjamu Bangkitkan Musik Semarang
Dalam rangka hari ulangtahun Semarang yang ke 468, kemarin tanggal 6 juni 2015 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan acara Semarang Jelajah musik 2015 (Semarjamu) yang diramaikan oleh beberapa bintang tamu serta artis legenda terkenal seperti Reza Artamevia, Rida RSD, Adji Sutama, Oddie Agam, dan Mus Mujiono. Sesuai dengan ketenaran mereka di era tahun 90-an, mereka unjuk gigi dengan berbagai macam tembang andalan mereka di tahun bersinarnya para artis legenda ini. Contohnya adalah Antara Anyer dan Jakarta, Tentang Kita, Aku Jatuh Cinta dan Surat Cinta yang juga menjadi lagu-lagu faforit dan kesukaan para penggemar mereka.
Kamis, 11 Juni 2015
Move On bersama Fikom Unissula
Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula tahun ini menggelar acara hari jadinya yang ke-7 dengan tema "Move On" yang berarti moveon atau mengubah diri menjadi lebih baik serta berkenaan dengan rencana Fikom Unissula akan berpindah tempat ke gedung baru yang dibangun setinggi 10 lantai. wow!!
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya diadakan di sekitar kampus saja, tahun ini fikom Unissula menggelar acara tersebut di Hotel Ibis Semarang. Acaranya sangat meriah, selain diramaikan oleh mahasiswa fikom dari angkatan 2011-2014, para dosen serta alumni, turut dimeriahkan pula dengan penampilan DJ hits di akhir acara. Ulang Tahun Fikom Unissula bertema Move On ini dilangsungkan pada pukul 19.00-11.00 wib, pada hari Sabtu (6 Juni 2015).
![]() | |
| salah satu karya mahasiswa fikom 2012 - fikomfair 2015 |
Selasa, 09 Juni 2015
Beberapa Fenomena Tradisi Unik di Dunia
Acara pernikahan biasanya dilakukan dengan menggelar pesta meriah serta mengundang kerabat dan rekan untuk menghadiri pesta pernikahan untuk meramaikan acara. Tetapi, di berbagai macam negara dibawah ini juga terdapat tradisi-tradisi unik yang dilakukan untuk menyempurnakan acara pernikahan yang digelar tersebut.
1. Siraman Menghindari Sial - Skotlandia
biasanya, acara siraman yang dilakukan menggunakan air kembang yang bersih dan wangi. Tetapi hal tersebut tidak berlaku di Skotlandia. Di negara ini, sang calon pengantin dikejutkan dengan kedatangan kerabat yang menyiramnya dari ujung kepala hingga kaki dengan menggunakan berbagai macam bahan yang membuat kita mual. Yaitu air busuk yang ditambah dengan telur busuk serta campuran bahan-bahan yang tentunya membuat kita harus menahan rasa mual ketika mendapat siraman tersebut. Hal ini dilakukan agar sang mempelai dapat terhindar dari kesialan selama pernikahan.
2. Membanting Piring - Yunani
Tradisi pelemparan piring dilakukan oleh kedua pasangan pengantin di acara pesta pernikahan. Hal ini dilakukan agar calon pengantin mampu menyiapkan diri sebagai langkah awal untuk menghadapi berbagai macam rintangan dan kesulitan selama pernikahan.
3. Wajib Menangis - China
Berlangsungnya pernikahan memang sangat wajar sekali jika kita meneteskan air mata, apalagi dengan orangtua dan kerabat sebagai ungkapan kebahagiaan serta kesedihan karena akan berpisah dengan keluarga. Tetapi, di Tuija China ini berbeda dengan negara lainnya. Hal tersebut justru dilakukan melebihi hari yang seharusnya ditentukan. Yaitu pada sebulan sebelum dilangsungkannya pernikahan, sang mempelai wajib menangis 1 jam setiap harinya. Sebanyak 10 hari pertama menangis sendiri, 10 hari berikutnya menangis bersama ibu, 10 hari sisannya menangis bersama nenek. Dan di akhir bulan sang mempelai wanita akan bergabung menangis bersama dengan mempelai laki-laki. Hal tersebut dilakukan juga sebagai ungkapan rasa kebahagiaan mempelai pengantin.
4. Mencuri Sepatu - India
Dalam pelaksanaan upacara pernikahan yang dilaksanakan di India memang sangat unik, semua saudara perempuan sang mempelai wanita mengharuskan mereka untuk berusaha mencuri sepatu mempelai wanita sebelum mempelai wanita berada pada tenda upacara. Setelah itu mempelai wanita juga harus berusaha mencari sepatunya yang hilang tersebut. Sungguh unik bukan?
1. Siraman Menghindari Sial - Skotlandia
biasanya, acara siraman yang dilakukan menggunakan air kembang yang bersih dan wangi. Tetapi hal tersebut tidak berlaku di Skotlandia. Di negara ini, sang calon pengantin dikejutkan dengan kedatangan kerabat yang menyiramnya dari ujung kepala hingga kaki dengan menggunakan berbagai macam bahan yang membuat kita mual. Yaitu air busuk yang ditambah dengan telur busuk serta campuran bahan-bahan yang tentunya membuat kita harus menahan rasa mual ketika mendapat siraman tersebut. Hal ini dilakukan agar sang mempelai dapat terhindar dari kesialan selama pernikahan.
2. Membanting Piring - Yunani
Tradisi pelemparan piring dilakukan oleh kedua pasangan pengantin di acara pesta pernikahan. Hal ini dilakukan agar calon pengantin mampu menyiapkan diri sebagai langkah awal untuk menghadapi berbagai macam rintangan dan kesulitan selama pernikahan.
3. Wajib Menangis - China
Berlangsungnya pernikahan memang sangat wajar sekali jika kita meneteskan air mata, apalagi dengan orangtua dan kerabat sebagai ungkapan kebahagiaan serta kesedihan karena akan berpisah dengan keluarga. Tetapi, di Tuija China ini berbeda dengan negara lainnya. Hal tersebut justru dilakukan melebihi hari yang seharusnya ditentukan. Yaitu pada sebulan sebelum dilangsungkannya pernikahan, sang mempelai wajib menangis 1 jam setiap harinya. Sebanyak 10 hari pertama menangis sendiri, 10 hari berikutnya menangis bersama ibu, 10 hari sisannya menangis bersama nenek. Dan di akhir bulan sang mempelai wanita akan bergabung menangis bersama dengan mempelai laki-laki. Hal tersebut dilakukan juga sebagai ungkapan rasa kebahagiaan mempelai pengantin.
4. Mencuri Sepatu - India
Dalam pelaksanaan upacara pernikahan yang dilaksanakan di India memang sangat unik, semua saudara perempuan sang mempelai wanita mengharuskan mereka untuk berusaha mencuri sepatu mempelai wanita sebelum mempelai wanita berada pada tenda upacara. Setelah itu mempelai wanita juga harus berusaha mencari sepatunya yang hilang tersebut. Sungguh unik bukan?
Hindari Menopause Dengan Jus Tomat
Setiap manusia, terutama wanita pastinya ingin selalu tampak awet muda dan tampil fresh di setiap penmpilannya. Selain harus ruitn mengonsumsi makanan yang bergizi serta mengandung 4 sehat 5 sempurna dan olahraga yang teratur, salah satu tips paling mudah dilakukan adalah dengan rutin mengonsumsi jus tomat setiap hari. Bahan kimia yang dalam jus tomat seperti asam gamma-animobutryc memiliki sifat yang sama dengan hormon estrogen.
Selain mengurangi gejala menopause, jus tomat rupanya juga dapat menurunkan rasa kecemasan yang berlebihan pada seseorang, mengurangi sifat mudah tersinggung hingga 50%.
Selain mengurangi gejala menopause, jus tomat rupanya juga dapat menurunkan rasa kecemasan yang berlebihan pada seseorang, mengurangi sifat mudah tersinggung hingga 50%.
![]() | |
| Jus Tomat |
AWAS, KEROKAN SEBABKAN STROKE!
Masuk angin sering terjadi jika kita sedang berada pada kondisi cuaca yang ekstrim atau berada pada cuaca dingin dan tak menentu. Bahkan jika telat makan maka masuk angin juga dapat terjadi. Hal tersebut membuat kita terkadang lupa dengan melakukan istirahat, selain minum obat yang kerap kali kita lakukan saat sedang mengalami masuk angin adalah kerokan. Kerokan sering sekali dilakukan oleh masyarakat jaman dahulu yang sering kita jumpai pula hingga saat ini. Biasanya, nenek kita misalnya sering memberi anjuran kepada kita untuk melakukan kerokan serta mengonsumsi obat-obatan tradisional seperti jamu dan lain-lain untuk menghilangkan masuk angin secara alami. Tetapi tahukah anda, jika melakukan kerokan rupanya dapat sebabkan penyakit stroke! Jika kerokan dilakukan, seringkali terlihat garis merah yang dianggap sebagai angin yang keluar dari tubuh kita, tetapi hal tersebut salah. Ternyata garis merah tersebut merupakan pecahnya pembuluh kapiler. Selain itu kulit menjadi meradang, pori-pori melebar yang memudahkan virus untuk masuk ke dalam tubuh sehingga mudah mengalami komplikasi pada kesehatan anda.
Tak hanya itu, rupanya melakukan kerokan pada bagian leher risiko stroke akan meninggi karena inflamasi akan membuat saraf disekitarnya rusak.
Dalam dunia medis sebenarnya istilah masuk angin tidak ada, Masuk angin adalah reaksi alami tubuh yang ketika anda mengalami kelelahan karena kurangnya istirahat serta jam makan yang kacau. Semuanya bercampur menjadi satu sehingga membuat produksi gas menjadi berlebihan di dalam lambung. Dan biasanya hal ini dianggap sebagai 'angin' yang terperangkap dalam tubuh.
Dengan mengetahui bahaya tersebut, pastikan kita lebih berhati-hati dan alangkah lebih baik kita menghindari kerokan dan anda bisa menggantinya dengan meminum obat, menjaga pola makan serta istirahat yang cukup.
Tak hanya itu, rupanya melakukan kerokan pada bagian leher risiko stroke akan meninggi karena inflamasi akan membuat saraf disekitarnya rusak.
Dalam dunia medis sebenarnya istilah masuk angin tidak ada, Masuk angin adalah reaksi alami tubuh yang ketika anda mengalami kelelahan karena kurangnya istirahat serta jam makan yang kacau. Semuanya bercampur menjadi satu sehingga membuat produksi gas menjadi berlebihan di dalam lambung. Dan biasanya hal ini dianggap sebagai 'angin' yang terperangkap dalam tubuh.
Dengan mengetahui bahaya tersebut, pastikan kita lebih berhati-hati dan alangkah lebih baik kita menghindari kerokan dan anda bisa menggantinya dengan meminum obat, menjaga pola makan serta istirahat yang cukup.
Langganan:
Postingan (Atom)

